Cetak Kader Berjiwa Bela Negara, Menwa IAIN Bone Luluskan 11 Anggota Baru pada DIKSAR Angkatan IX

Cetak Kader Berjiwa Bela Negara, Menwa IAIN Bone Luluskan 11 Anggota Baru pada DIKSAR Angkatan IX

04 Oktober 2026

BONE - Sebanyak 11 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai anggota baru Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Wolter Mongisidi Satuan 710 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone.

Pengukuhan ini menandai berakhirnya gemblengan Pendidikan Dasar (DIKSAR) Angkatan IX yang berlangsung sejak 27 September hingga 4 Oktober 2026.

Komandan Satuan (Dansat) Menwa 710 IAIN Bone, Syukur, menjelaskan bahwa DIKSAR kali ini secara khusus mengusung tema pembentukan kader insan akademis yang berjiwa bela negara.

"Tujuan utama kami adalah membentuk mahasiswa yang tidak hanya disiplin dan tangguh secara mental maupun fisik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan serta kecintaan yang tinggi terhadap tanah air," jelas Syukur.

Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta yang lulus seleksi digembleng melalui dua tahapan pendidikan yang komprehensif.

Fase indoor dilaksanakan di Gedung D Fakultas Syariah dan Hukum Islam (FSHI) dengan muatan materi wawasan kebangsaan, kemenwaan, manajemen dan etika organisasi, hingga pengenalan senjata.

Setelah dibekali doktrin di dalam kelas, ketahanan fisik dan mental peserta diuji pada fase outdoor yang dipusatkan di Desa Bonepute, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone. Di lokasi ini, mereka mempraktikkan langsung ilmu taktik tempur (taktikpur), survival, navigasi lintas medan, hingga psikologi lapangan.

Dari belasan pendaftar awal, 11 mahasiswa dinilai cakap dan berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan predikat lulus.

Rektor IAIN Bone yang diwakili Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Rahamatunnair, S. Ag., M.Ag memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan keberhasilan para kader baru tersebut.

Ia berharap anggota Menwa IAIN Bone terus menjaga kekompakan dan konsisten melahirkan generasi pemimpin yang disiplin.

Lebih lanjut, Dr Rahamatunnair mengingatkan para anggota untuk selalu memegang teguh semboyan Widya Castrena Dharma Siddha, yang bermakna penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.

"Ada dua hal pokok yang istimewa dari Menwa. Mereka tidak hanya mencari ilmu di bangku kuliah sebagai insan akademis, tetapi ada nilai tambah kedisiplinan yang didapatkan dari ilmu keprajuritan. Perpaduan inilah yang membuat mereka tangguh," tegasnya.

(humas/iainbone)

Kembali