Tembus KPU dan Instansi Publik, Rektor IAIN Bone Sebut Mahasiswa PPL FUD Multitalenta dan Pembawa Pencerahan
05 Oktober 2026
BONE - Sebanyak 85 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone resmi diterjunkan ke lapangan untuk mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun 2026.
Pelepasan yang melibatkan 10 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ini digelar di Aula FUD IAIN Bone, Senin (5/10/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, PPL FUD menyoroti perluasan medan pengabdian mahasiswa. Peserta disebar ke 10 lokasi mitra yang tidak hanya berfokus pada lembaga keagamaan seperti Lembaga Tahfidz Bani Husaifah dan Baitul Mukarramah, tetapi juga merambah instansi publik strategis seperti Dinas Pendidikan hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Rektor IAIN Bone, Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A., yang hadir melepas para peserta, memuji keberagaman lokasi ini sebagai bukti fleksibilitas kompetensi mahasiswa.
"Ini membuktikan bahwa mahasiswa Ushuluddin dan Dakwah itu multitalenta. Dari latar belakang keilmuan agama, mereka bisa beradaptasi dan memberikan warna di institusi seperti KPU hingga dinas pemerintahan," ujar Prof Lukman Arake.
Secara khusus, Prof Lukman Arake menginstruksikan mahasiswa di KPU untuk menyosialisasikan tata cara berdemokrasi dan menyikapi pemimpin (ulil amri) berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an.
Sementara bagi mahasiswa di Dinas Pendidikan, ia mendorong lahirnya usulan pengadaan perpustakaan khusus sejarah Islam dan kearifan lokal demi memperkuat identitas Kabupaten Bone sebagai kota beradat.
Dekan FUD IAIN Bone, Prof. Dr. Ruslan Sangaji, M.Ag., turut mengingatkan bahwa PPL adalah ruang pembuktian. Ia menuntut mahasiswa tidak sekadar fasih berteori di kelas, tetapi mampu beradaptasi dan mengaplikasikan ilmunya sesuai kompetensi program studi di tengah masyarakat.
"PPL ini berlangsung selama satu bulan. Ikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab, jaga kedisiplinan, serta junjung tinggi etika dan nama baik fakultas," tegas Prof Ruslan Sangaji.
Sebagai wujud profesionalisme duta kampus, Rektor IAIN Bone kembali menambahkan pesan filosofis agar mahasiswa menjadi agen pencerah (minaz-zulumati ilannur) dari kegelapan menuju terang benderang.
"Waktu satu bulan ini adalah potensi yang sangat cukup untuk memberikan dampak positif. Jas almamater jangan pernah dilepas kalau sudah berada di lapangan karena itu ciri khas identitas kita. Intinya, mahasiswa harus siap memberikan pencerahan di mana saja ditempatkan," pungkas Prof Lukman Arake.
Kontributor: Syaheruddin (FUD) | Penyunting: Junaid