Dr Rahmatunnair Masuk Bursa Calon Rektor IAIN Bone, Bawa Visi Unggul dan Humanis Berbasis Pangadereng
19 Januari 2026
WATAMPONE – Sehari jelang penutupan pendaftaran, bursa penjaringan Bakal Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone periode 2026–2030 kembali bertambah. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Bone, Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag., resmi menyerahkan berkas persyaratan di Gedung Rektorat pada Senin (19/1/2026).
Dr. Rahmatunnair menjadi pendaftar keempat dalam penjaringan ini. Ia mengungkapkan bahwa partisipasinya bukan ambisi pribadi, melainkan respons atas dorongan dari kolega dan sivitas akademika.
"Alhamdulillah hari ini, sebagai panggilan pengabdian kepada negara kepada agama. Kami juga turut untuk berkeinginan untuk berkompetisi pada pengembangan kampus kita IAIN Bone," ujar Rahmatunnair usai menyerahkan berkas.
Dalam peta gagasannya, Rahmatunnair secara tegas mengusung visi: "Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Berbasis Pangadereng yang Unggul dan Humanis." Visi tersebut menjadi arah strategis untuk menjadikan IAIN Bone sebagai pusat keilmuan Islam yang tidak hanya kompetitif secara nasional, tetapi juga kuat dalam karakter, budaya, dan keberpihakan sosial.
"Dengan visi bahwa sudah tertuang dalam STATUTA, Unggul dan Humanis berbasis pengadereng sebagai basis nilai," jelasnya.
Nilai-nilai Pangadereng—yang mencakup prinsip saling memanusiakan dan menghargai—dipandang sebagai nilai universal yang relevan dalam mendasari tata kelola perguruan tinggi. Ia pun menegaskan kesiapannya untuk mengemban tanggung jawab secara totalitas.
"Kami berkomitmen insyaallah, jika Amanah itu diberikan kepada kami, akan dilaksanakan sepenuh hati dan sepenuh jiwa," tambah Rahmatunnair.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan sejumlah misi utama, antara lain:
- Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang integratif antara keilmuan Islam, sains, dan kearifan lokal dalam membentuk lulusan berkarakter dan berdaya saing.
- Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang kontekstual, berbasis kearifan lokal dan berdampak maslahat.
- Mewujudkan tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas berlandaskan nilai Pangadereng.
- Mengembangkan sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan etika keilmuan.
- Meningkatkan jejaring, kolaborasi, dan daya saing institusi di tingkat global berbasis inovasi teknologi.
Menurut Dr. Rahmatunnair, visi dan misi tersebut tidak dimaksudkan sebagai slogan, melainkan sebagai peta jalan perubahan kelembagaan.
“Visi ini harus turun menjadi kerja nyata. Mulai dari kurikulum yang integratif, riset yang berdampak, tata kelola yang bersih, sampai penguatan jejaring nasional dan internasional. Kampus harus hadir sebagai ruang ilmu sekaligus ruang kemanusiaan,” jelasnya.
Dengan mengusung basis Pangadereng, Dr. Rahmatunnair menempatkan nilai Bugis seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge sebagai fondasi budaya akademik. Hal ini bertujuan agar relasi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan tidak hanya profesional, tetapi juga beradab dan saling memuliakan.
Sesuai jadwal panitia penjaringan, pendaftaran akan resmi ditutup pada Selasa, 20 Januari 2026. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan verifikasi berkas pada 21–23 Januari, serta klarifikasi dokumen administrasi. Hasil verifikasi akhir dijadwalkan akan diserahkan kepada Rektor IAIN Bone pada 29 Januari mendatang.