Seminar Nasional Kewirausahaan Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone Hadirkan Praktisi Haji dan Umrah
16 April 2026
BONE – Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan di Aula Utama IAIN Bone, Kamis (16/4/2026).
Mengusung tema "Mencetak Entrepreneur Muslim Berintegritas: Kolaborasi Nilai Keislaman, Inovasi, dan Kepemimpinan", seminar ini diikuti oleh sivitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum Islam serta peserta umum melalui Zoom Meeting.
Hadir sebagai pemateri, H. Faisal Ibrahim Suru, Lc., M.Si., yang dikenal sebagai Direktur Utama PT Saudi Patria Wisata, Founder ASSURUR Foundation, Ketua Umum ASPHURI, sekaligus Dewan Pakar ICATT. Kapasitasnya sebagai praktisi yang telah lama berkecimpung di industri haji dan umrah menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta seminar.
Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Drs. Ruslan Daeng Materu, M.Ag., yang mewakili Dekan. Ia menyampaikan permohonan maaf Rektor IAIN Bone dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas dinas di luar kota.
Dalam sambutannya, Drs. Ruslan menekankan pentingnya seminar ini sebagai bekal kewirausahaan bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studi. Ia berharap kehadiran pemateri membawa manfaat besar mengingat rekam jejak dan kapasitas yang dimiliki.
"Bagaimanapun juga ke depan, mahasiswa sesuai dengan tema yang kita angkat, kita menginginkan mereka juga bisa menjadi entrepreneur," ujar Drs. Ruslan.
Ia juga menyebut kehadiran pemateri sebagai berkah tersendiri. "Mudah-mudahan lewat seminar ini, kita akan mendapatkan pelajaran yang berharga karena beliau adalah praktisi yang sudah malang melintang cukup lama di bidang haji dan umrah," lanjutnya.
Drs. Ruslan turut menyinggung momentum transformasi kelembagaan yang tengah dinantikan. "Dengan wejangan dalam seminar ini, mudah-mudahan banyak yang bisa kita petik dan jadikan pengembangan bagi mahasiswa dan institusi kita ke depan. Apalagi dalam jangka waktu dekat, IAIN Bone sudah berubah menjadi UIN Sa'aduddin Watampone," pungkasnya.
Kepala Biro AUAK, Dr. Muhammad Yunus, juga hadir dan menyampaikan apresiasi kepada pemateri atas kesediaannya berbagi ilmu di IAIN Bone. Ia mengisahkan bahwa keduanya telah bertemun sebelumnya. Pertemuan pertama terjadi saat dirinya masih bertugas di Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan.
Dr. Muhammad Yunus juga mengungkapkan bahwa H. Faisal memiliki andil besar dalam suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) 2025 di Kabupaten Wajo. Sehingga Ia berharap seminar ini menjadi ruang berbagi ilmu yang bermanfaat luas bagi seluruh peserta.
(humas/iainbone)