Mahasiswa Pascasarjana IAIN Bone Ikuti Program Kepemudaan ASEAN di Singapura dan Malaysia
13 April 2026
BONE –Masdathul Ihzani, mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, terpilih sebagai peserta Changemaker Youth ASEAN Excursion (CAYE ASEAN) Batch #4 Chapter Singapore-Malaysia yang berlangsung pada 5–11 April 2026.
CAYE ASEAN merupakan program pengembangan kapasitas pemuda Indonesia yang berfokus pada penguatan soft skills, kepemimpinan, wawasan global, serta pengalaman akademik lintas budaya di tingkat regional.
Pada batch keempat ini, peserta menjalani serangkaian kegiatan di Singapura dan Malaysia, mulai dari kunjungan ke universitas-universitas ternama, pelatihan public speaking dan komunikasi efektif, diskusi lintas budaya, hingga kompetisi proyek kepemudaan.
Dalam agenda kunjungan kampus, Masdathul berkesempatan mengunjungi empat perguruan tinggi bergengsi di kawasan ASEAN, yakni National University of Singapore (NUS), Universiti Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dan Universiti Kuala Lumpur (UniKL).
Kunjungan ini memberi peserta gambaran langsung tentang ekosistem pendidikan tinggi internasional, peluang beasiswa, hingga kemungkinan memperoleh Letter of Acceptance (LoA).
Selain campus visit, peserta juga mengikuti sesi Malaysia Cultural Exchange di Malaysia Tourism Centre (MaTiC), youth project and team competition, serta sesi penghargaan bagi delegasi terbaik dalam berbagai kategori.
Masdathul mengaku keikutsertaannya dalam program ini membuka cakrawala baru, baik secara akademik maupun personal.
Ia merasakan perubahan nyata dalam cara pandangnya terhadap peran pemuda dalam mendorong perubahan sosial.
"Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperluas cara pandang saya terhadap peran pemuda dalam membawa perubahan di masyarakat. Diskusi, materi, dan interaksi dengan peserta lain membuat saya lebih percaya diri untuk menyampaikan ide serta berkolaborasi," ujar Masdathul.
Ia juga menekankan bahwa program ini mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan yang tidak diperoleh di bangku kuliah semata.
"Program ini mengajarkan pentingnya kepemimpinan, kerja tim, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan sosial saat ini. Saya menjadi lebih sadar bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten," tambahnya.
Masdathul berharap pengalaman yang ia peroleh tidak berhenti sebagai kenangan perjalanan, melainkan menjadi bekal dalam berkontribusi di lingkungan kampus maupun masyarakat. "Saya berharap nilai-nilai dan pengalaman yang diperoleh dari CAYE Batch 4 dapat terus saya terapkan dalam kegiatan organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat," pungkasnya.
(humas/iainbone)