Penuh Kehangatan, Serah Terima Jabatan Rektor IAIN Bone Teguhkan Semangat Kebersamaan

Penuh Kehangatan, Serah Terima Jabatan Rektor IAIN Bone Teguhkan Semangat Kebersamaan

01 Juni 2026

BONE – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone menggelar serah terima jabatan rektor dari Prof. Syahabuddin kepada Prof. Lukman Arake di Aula Utama IAIN Bone, Senin (1/6/2026).

Acara berlangsung usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, dihadiri seluruh sivitas akademika kampus.

Prof. Lukman sebelumnya dilantik Menteri Agama sebagai Rektor IAIN Bone periode 2026–2030 pada 11 Mei 2026. Serah terima jabatan ini secara simbolis menandai berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Syahabuddin yang berlangsung sejak 2022.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IAIN Bone, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa, penandatanganan berita acara, hingga penyerahan memori jabatan Rektor IAIN Bone.

Dalam sambutannya, Prof. Syahabuddin menyampaikan pesan perpisahan. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu mendukung kepemimpinan yang baru.

"Jabatan itu, jika bukan kita yang meninggalkan, kita yang akan ditinggalkan," ujarnya filosofis.

Ia juga menitipkan agenda strategis yang belum tuntas, terutama soal alih status menjadi Universitas Islam Negeri.

"Saya meminta kepada Bapak Rektor untuk meneruskan apa yang telah kita capai, khususnya alih bentuk menjadi UIN. Potensi yang kita miliki, semua kita tumpahkan. Kedua, 2027 insyaallah kita akan mendapat SBSN," tegasnya.

Prof. Syahabuddin menutup sambutannya dengan doa dan permohonan maaf. 

"Suksesnya Rektor adalah suksesnya kita semua. Karena kita adalah penumpang. Saya sekali lagi memohon maaf atas segala kekurangan dan khilaf selama menjabat sebagai Rektor. Semoga apa yang telah kita lakukan bersama menjadi amal jariah kita semua," pungkasnya.

Sementara itu, Prof. Lukman Arake, ia membuka sambutannya dengan menempatkan dirinya bukan sebagai sosok tunggal, melainkan bagian dari satu kesatuan institusi. 

"Memang secara struktural saya yang diamanahi sebagai Rektor, namun saat berbicara tentang kampus ini, kita semua adalah satu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan. Karena kampus ini adalah rumah kita," ujarnya.

Ia menyebut sejumlah capaian bersejarah di era kepemimpinan Prof. Syahabuddin yang menurutnya baru pertama kali terjadi dalam sejarah STAIN dan IAIN Bone.

Di antaranya, kehadiran mahasiswa asing, tembusan jurnal Al-Dustur ke indeks Scopus, pengukuhan 17 Guru Besar, serta dorongan kuat menuju transformasi menjadi UIN.

"Beliau selama kepemimpinannya sudah banyak keberhasilan. Bahkan saya berani mengatakan ada beberapa keberhasilan yang baru terjadi dalam sejarah per-STAIN-an dan per-IAIN-an Bone," kata Prof. Lukman.

Ia juga berbagi cerita personal tentang sosok Prof. Syahabuddin yang ia anggap sebagai gurunya. "Yang tidak bisa saya lupakan adalah saat proses pengusulan Guru Besar. Beliau menelepon saya jam dua malam dan menyampaikan, 'Selamat, Anda sudah jadi Profesor.' Intinya, beliau adalah guru saya," kenangnya.

Untuk empat tahun ke depan, Prof. Lukman menegaskan tiga prioritas: percepatan alih status menuju UIN, pengembangan infrastruktur, dan percepatan pengurusan guru besar bagi dosen yang telah memenuhi syarat.

IAIN Bone saat ini mengelola 23 program studi, termasuk Program Pendidikan Profesi Guru yang baru dibuka.

"Apapun yang kita laksanakan, seberat apapun bebannya, kalau kita solid maka semuanya akan terasa ringan. Itulah yang akan kita lakukan empat tahun ke depan," pungkas Prof. Lukman.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari sivitas akademika kepada kedua rektor, diiringi sejumlah persembahan yang menambah kehangatan suasana.

(humas/iainbone)

Kembali