IAIN Bone Serahkan Dokumen KIP Kuliah 2026 kepada 240 Mahasiswa Penerima
02 November 2026
BONE — Rektor IAIN Bone Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., MA. menyerahkan secara simbolis dokumen Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 kepada mahasiswa penerima dalam Apel Pagi di Aula Utama, Senin, (2/11/2026).
Sebanyak 240 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah tahun ini berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 428 Tahun 2026, yang diumumkan pada 27 Oktober 2026.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh proses penetapan penerima tahun ini dikelola langsung oleh Kementerian Agama pusat. Proses seleksi telah melalui sejumlah tahap: pendaftaran daring, pengumpulan berkas, seleksi berkas, banding, tes wawancara dan BTQ, hingga survei langsung ke lapangan.
Rektor menegaskan bahwa proses seleksi berjalan tanpa intervensi pihak manapun. "Rektor tidak mengintervensi. Siapapun yang pesan, kalau tidak memenuhi syarat, jangan dimasukkan. Itu prinsip," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mekanisme baru ini merupakan respons atas suara mahasiswa yang selama ini mempertanyakan transparansi penetapan penerima KIP.
"Kita tidak mau lagi ada kesan seperti itu. Yang 240 itu memang itulah yang layak," tegasnya.
Meski demikian, Rektor mengakui bahwa jumlah yang layak secara kriteria melebihi kuota yang tersedia. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus akan mendata mahasiswa yang memenuhi syarat namun belum mendapat kuota, untuk kemudian menjadi bank data jika ada beasiswa lain yang terbuka.
"Di luar sana masih banyak orang baik yang ingin membantu. Peluang-peluang seperti ini tidak boleh terlewatkan," kata Prof. Lukman Arake.
Kepada para penerima, Rektor mengingatkan sejumlah ketentuan yang wajib dipahami. KIP Kuliah tidak otomatis diterima hingga selesai studi, melainkan bergantung pada prestasi akademik.
"Minimal IPK 3,2 setiap semester. Kalau berturut-turut bisa dipertahankan, alhamdulillah," ujarnya.
Selain penyerahan KIP, Apel Pagi hari itu juga menjadi momen pelepasan empat mahasiswa IAIN Bone yang lolos ke babak final lomba qira'atul kutub, hafiz Quran, dan karya tulis tingkat nasional.