Selesaikan Dikdas Basecamp XXVII, Kader Baru Mappesompae IAIN Bone Didorong Aktif Jaga Lingkungan
18 Oktober 2026
BONE - Delapan peserta Pendidikan Dasar (Dikdas) Basecamp XXVII Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Mappesompae IAIN Bone menyelesaikan ekspedisi alam bebas pada Ahad (18/10/2026).
Setelah melewati rangkaian pendidikan ruangan dan lapangan, para peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kepencintaalaman dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Mengusung tema “Menapak Perubahan, Menjaga Kelestarian”, pendidikan dasar ini diikuti enam peserta laki-laki dan dua perempuan. Tahap materi ruangan berlangsung di kampus IAIN Bone pada 25-30 September 2026, dilanjutkan dengan pendidikan lapangan pada 13-18 Oktober 2026.
Dalam tahap lapangan, peserta menyusuri rute Palacari, Salebba, Lonrong, Tinco, Bacu, hingga Lampoko.
Kedatangan peserta setelah menyelesaikan ekspedisi disambut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Bone, Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan koordinator lapangan yang mendampingi peserta selama proses pendidikan.
Dr. Rahmatunnair mengingatkan bahwa berakhirnya pendidikan dasar bukanlah akhir dari proses pembinaan. Para peserta diharapkan terus mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, ketangguhan, dan kemampuan bekerja sama, baik dalam organisasi, kegiatan akademik, maupun kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mendorong Mappesompae menjadikan kegiatan kepencintaalaman sebagai sarana pembelajaran sekaligus ruang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Alam bebas adalah laboratorium pembelajaran yang efektif. Jadikan ini bekal untuk menjadi garda terdepan advokasi kelestarian ekologis,” pesannya.
Pembina Mapala Mappesompae IAIN Bone, Sylviah, S.H.I., M.H., turut mengingatkan anggota baru agar menjalankan amanah organisasi dengan komitmen dan tanggung jawab.
Menurutnya, keanggotaan tidak cukup ditunjukkan melalui atribut, tetapi perlu dibuktikan melalui keterlibatan dan kontribusi nyata.
“Jangan jadikan Mappesompae hanya sebagai identitas belaka, tapi tunjukkan komitmen dan solidaritas. Ketangguhan seorang pencinta alam perlu berjalan bersama kepedulian,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai dalam Kode Etik Pencinta Alam perlu diterapkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi ucapan.
(humas/iainbone)