Didampingi Suami, Prof Astuti Jadi Pendaftar Terakhir Calon Rektor IAIN Bone
20 Januari 2026
WATAMPONE – Pendaftaran penjaringan Bakal Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone periode 2026–2030 resmi berakhir. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Prof. Dr. Astuti, S.Ag., M.Pd., menjadi pendaftar keenam sekaligus kontestan terakhir yang menyerahkan berkas di Gedung Rektorat pada hari penutupan, Selasa (20/1/2026).
Momen pendaftaran Prof. Astuti terasa istimewa karena ia hadir didampingi langsung oleh sang suami. Dalam pemaparannya, Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Islam ini mengusung visi besar untuk mewujudkan IAIN Bone yang unggul dan adaptif dalam integrasi keilmuan Islam dengan sains modern demi peradaban Rahmatan Lil Alamin.
"Perlu dibangun suatu hubungan persaudaraan yang kuat dan humanis. Transparansi," tutur Prof. Astuti menekankan pentingnya kolaborasi efektif antar-elemen kampus.
Sebagai calon pemimpin, ia menegaskan pentingnya peran figur ideal yang mampu memberikan pengaruh positif dan inspirasi. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki keterbukaan terhadap dinamika pemikiran di lingkungan akademik.
"Rasa solid. Rasa memiliki. Sebagai leader itu ini harus terbuka kepada perbedaan-perbedaan pemikiran dan kritik," tegasnya.
Ia meyakini bahwa kolaborasi adalah modal utama bagi kemajuan institusi. Pendekatan yang ditawarkannya menyentuh aspek emosional dan budaya. "Jadi ada pendekatan memang humanis dan tetap mengedepankan kearifan lokal," tambah Prof. Astuti.
Prof. Astuti menegaskan pula bahwa partisipasinya dalam bursa ini murni dilandasi niat ibadah dan pengabdian, bukan ambisi pribadi. Ia menyatakan akan tetap memberikan kontribusi terbaik bagi IAIN Bone terlepas dari hasil akhir kontestasi nantinya.
"Walaupun bukan top leader nantinya rasa pengabdian saya tidak akan berkurang. Karena saya berada di sini, besar di sini. Jadi saya harus memperjuangkan apa yang menjadi potensi diri saya untuk kucurahkan ke institusi ini," ungkapnya.
Dengan berakhirnya masa pendaftaran, total terdapat enam kandidat yang resmi bersaing, yakni Prof. Syaparuddin, Prof. Lukman Arake, Prof. Ali Halidin, Dr. Rahmatunnair, Prof. Sarifa Suhra, dan Prof. Astuti.
Ketua Panitia Penjaringan, Husain, S.Sos., M.Si., menyatakan proses pendaftaran yang dibuka sejak 6 Januari telah berjalan lancar.
Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi berkas pada 21–23 Januari 2026, diikuti dengan klarifikasi dokumen administrasi. Hasil verifikasi akhir dan penyerahan dokumen calon kepada Rektor IAIN Bone dijadwalkan akan dilakukan pada 29 Januari mendatang.