Prodi HTN S2 Pascasarjana IAIN Bone Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT
12 Juni 2026
BONE – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Jenjang Magister Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone menjalani asesmen lapangan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Ruang Sidang Pascasarjana IAIN Bone, Jumat (12/6/2026).
Dua asesor yang ditugaskan adalah Prof. Dr. Ahmad Yani Anshori, M.Ag. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Prof. Dr. Ahmad Luthfi Hamidi, M.Ag. dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Asesmen berlangsung satu hari, dibagi dalam dua ruang setelah sesi pembukaan.
Direktur Pascasarjana IAIN Bone, Prof. Sarifa Suhra, menyebut Prodi HTN S2 sebagai kebanggaan tersendiri karena dua alasan utama.
Pertama, SDM yang dimiliki prodi ini melampaui prodi-prodi lain lantaran tiga rektor IAIN Bone secara berturut-turut tercatat sebagai dosen yang ber-homebase di HTN S2.
Kedua, prodi ini memiliki jurnal Al-Dustur yang telah terindeks Scopus, satu-satunya jurnal berindeks Scopus yang dimiliki IAIN Bone.
"HTN S2 ini adalah prodi yang menjadi kebanggaan kami. Bukan hanya di Pascasarjana, tapi kepada seluruh prodi yang ada di IAIN Bone," ujar Prof. Sarifa.
Sementara itu, Rektor IAIN Bone, Prof. Lukman Arake, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia memaparkan sejumlah capaian Prodi HTN S2 kepada para asesor.
Prodi yang telah beroperasi sejak 2017 ini tercatat telah mencetak sekitar 100 alumni yang kini tersebar di berbagai lembaga, mulai dari instansi pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, DPR, hingga Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.
Prof. Lukman juga mencatat pertumbuhan positif dari sisi jumlah mahasiswa. Jika sebelumnya hanya sekitar 10 mahasiswa yang diterima setiap tahun, dua tahun terakhir angka tersebut meningkat menjadi di atas 30 mahasiswa per penerimaan.
Asesor Prof. Ahmad Yani Anshori menegaskan bahwa dirinya dan rekan asesor telah berkomunikasi intensif dengan Ketua Prodi HTN selama kurang lebih dua minggu sejak menerima surat tugas untuk membantu melengkapi data yang diperlukan sebelum hari asesmen.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap hasil akreditasi prodi ini.
"Semangat kita sama, bagaimana IAIN Bone segera menjadi UIN dan di situ ada referensi publik di mana prodi-prodinya unggul. Kenapa harus tidak unggul?" ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
(humas/iainbone)