Beri Hikmah Maulid di Pemkab Bone, Rektor IAIN Bone Bedah Sisi Negarawan dan Nasionalisme Nabi
02 September 2026
BONE - Rektor IAIN Bone, Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A., menyampaikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone di Lapangan Merdeka Watampone, Rabu (2/9/2026).
Dalam hikmahnya, Prof Lukman mengajak jamaah melihat Rasulullah SAW tidak hanya sebagai pembawa risalah keagamaan, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki peran dalam membangun kehidupan masyarakat dan negara.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok yang membawa keberkahan tidak hanya bagi dirinya dan keluarganya, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat tempat beliau hidup.
“Manusia yang diberkahi. Manusia yang diagungkan. Betapa tidak. Nabi shallallahu alaihi wasallam ke mana pun dia pergi, di mana pun dia berada, pasti selalu membawa kebaikan,” ujarnya membawakan hikmah maulid.
Ia kemudian menyebut Rasulullah SAW sebagai rajulun dini wa daulah, yakni sosok yang memiliki peran sebagai tokoh agama sekaligus negarawan.
Prof Lukman menjelaskan, setelah sekitar 13 tahun membangun fondasi keimanan di Makkah, Rasulullah SAW melanjutkan perjuangan di Madinah. Di kota tersebut, Nabi tidak hanya menjalankan fungsi dakwah, tetapi juga membangun tatanan kehidupan masyarakat melalui Misaq al-Madinah atau Piagam Madinah.
Menurutnya, Piagam Madinah menjadi salah satu contoh bagaimana Rasulullah SAW membangun kesepahaman di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
“Jangan mengira Nabi itu hanya sekadar nabi, penyampai pesan dari Allah kepada umat manusia. Tidak hanya sebatas itu, Nabi Muhammad itu adalah raisud daulah, dia adalah kepala negara,” katanya.
Ia menambahkan, kehidupan masyarakat Madinah menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW membangun kesepahaman antarkelompok. Dalam penjelasannya, Prof Lukman menyebut bagian awal Piagam Madinah berbicara mengenai kesepahaman antaranggota masyarakat tanpa membedakan latar belakang mereka.
Keteladanan Rasulullah SAW, bagi Prof Lukman juga dapat dilihat dari kecintaan terhadap tanah air, kepemimpinan, serta upaya membangun kehidupan masyarakat yang teratur.
Dirinya mengaitkan keteladanan Rasulullah SAW dengan penghormatan terhadap simbol negara.
Ia menjelaskan bahwa dalam berbagai peperangan yang diikuti Rasulullah SAW, selalu ada sahabat yang ditugaskan membawa bendera. Menurutnya, keberadaan pembawa bendera menunjukkan pentingnya simbol yang menjadi identitas dan pemersatu sebuah kelompok.
“Nabi tidak pernah berperang kecuali pasti ada salah satu sahabat yang ditugaskan untuk membawa bendera,” ungkapnya.
Prof Lukman kemudian menyinggung Perang Mu'tah yang berlangsung pada masa Rasulullah SAW. Dalam peristiwa tersebut, menurut penjelasannya, Nabi telah menetapkan sahabat yang diberi tugas membawa bendera sebelum peperangan berlangsung.
Dari kisah tersebut, ia mengajak jamaah melihat bahwa penghormatan terhadap simbol negara memiliki konteks sejarah yang dapat dikaitkan dengan keteladanan Rasulullah SAW.
“Makanya, upacara bendera itu luar biasa. Itu bagian daripada agama itu,” kata Lukman.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone tersebut berlangsung di Lapangan Merdeka Watampone dan dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, ASN, serta masyarakat. Sekitar 26.000 male hias dibagikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
(humas/iainbone)