1.043 Mahasiswa IAIN Bone Siap KKN di 126 Desa Kabupaten Bone
28 Juli 2026
BONE – Badan Pengelola Kuliah Kerja Nyata (BP-KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Bone menggelar pembekalan dan pelepasan 1.043 peserta KKN Reguler 2026 di Gedung PKK Kabupaten Bone, Selasa (28/7/2026).
Pembekalan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (29/7/2026) sebagai persiapan sebelum mahasiswa diberangkatkan ke lokasi KKN pada 4 dan 5 Agustus 2026.
Pelepasan peserta KKN secara simbolis ditandai dengan penyerahan almamater kepada dua perwakilan mahasiswa.
Acara dihadiri Rektor IAIN Bone, Prof. Lukman Arake, para Wakil Rektor, Ketua LPPM, para dekan fakultas, serta jajaran pimpinan unit kerja IAIN Bone. Pemerintah Kabupaten Bone diwakili Sekretaris Daerah, Hj. A. Tenriawaru, S.P., M.Si.
Dalam laporannya, Ketua BP-KKN IAIN Bone, Dr. Zakaria, menjelaskan bahwa sebanyak 1.043 mahasiswa akan diterjunkan ke 126 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Bone, yakni Awangpone, Cenrana, Salomekko, Kajuara, Patimpeng, Kahu, Bontocani, Libureng, Lappariaja, dan Tellulimpoe.
Para peserta berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum Islam (FSHI), Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Pelaksanaan KKN berlangsung selama 45 hari, mulai 4 Agustus hingga 17 September 2026, dengan pendampingan 126 dosen pembimbing lapangan.
KKN Reguler 2026 mengusung tema "Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem" sesuai Surat Dirjen Pendis Nomor B-347/DJ.I.III/HM.00/07/2026, dengan subtema "Desa Berdaya, Sejahtera Berbasis Kearifan Lokal dan Religius." Pelaksanaan program menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR).
Selama pembekalan, mahasiswa menerima materi dari berbagai narasumber, mulai dari para camat di wilayah lokasi KKN, perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Bone terkait percepatan sertifikasi tanah wakaf, hingga materi teknis penyusunan laporan melalui Sistem Akademik Tusita.
Pada kesempatan tersebut, Rektor IAIN Bone, Prof. Lukman Arake, menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta KKN. Pertama, mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater karena selama berada di tengah masyarakat mereka merupakan representasi IAIN Bone.
"Bukan institusinya yang dilihat, tetapi adik-adik itu sendiri yang menjadi perwakilan dari kampus," tegasnya.
Selain itu, Rektor juga mendorong mahasiswa untuk menggali sekaligus menghargai kearifan lokal di setiap desa tempat bertugas. Program kerja yang disusun pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"Jangan buat program yang selesai begitu saja. Yang kita inginkan, setelah penarikan, dampaknya tetap ada dan bisa dilanjutkan oleh masyarakat," pungkasnya.
(humas/iainbone)