IAIN Bone Luncurkan Program Jumat Bersih, Bagian dari Implementasi PELITA
24 Juli 2026
BONE - Rektor IAIN Bone, Prof. Lukman Arake, meluncurkan program Jumat Bersih di pelataran Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Jumat (24/7/2026).
Program ini merupakan implementasi dari Pengarusutamaan Ekoteologi dalam Tridarma IAIN Bone (PELITA) Menuju Kampus Berkelanjutan dan Berdampak, yang diluncurkan berdasarkan Surat Edaran Nomor 22 Tahun 2026.
Seremoni peluncuran dihadiri seluruh sivitas akademika, termasuk tenaga satuan pengamanan dan tenaga kebersihan. Acara dibuka dengan penyerahan alat kebersihan kepada peserta.
Usai seremoni, peserta langsung turun melakukan gotong royong membersihkan area Kampus 2. Kegiatan dibagi ke dalam empat titik.
Area Gedung FEBI dibersihkan oleh FEBI dan Pascasarjana. Area Gedung Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) ditangani FUD bersama Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK).
Sementara area Gedung Kuliah FUD dibersihkan Fakultas Tarbiyah beserta unit dan lembaga terkait. Sementara area Gedung Ma'had Al-Jami'ah ditangani Fakultas Syariah dan Hukum Islam bersama DEMA-SEMA Institut dan DEMA-SEMA fakultas.
Kepala Biro AUAK mengatakan program ini lahir dari proyek perubahan yang ia susun di sela pendidikan dan pelatihan yang tengah diikutinya.
"Setelah saya mengikuti diklat kurang lebih satu bulan ini, kami dituntut untuk melakukan sebuah kegiatan yang bisa memberikan dampak baik, sekaligus mengimplementasikan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama, dan mensinergikan dengan program strategis Bapak Rektor," katanya.
Ia menyebut kampus selama ini sudah menunjukkan geliat pengarusutamaan ekoteologi, namun belum terwujud secara nyata.
"Kampus adalah berkumpulnya orang-orang cerdas, para akademisi yang sejatinya menjadi pelopor utama untuk mewujudkan cita-cita Menteri Agama dengan program ekoteologinya," ujarnya.
Ia menambahkan, langkah awal yang bisa dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran sederhana di lingkungan kerja. "Kalau kita tidak bisa membersihkan, minimal kita jangan mengotori," katanya.
Rektor Prof Lukman Arake dalam sambutannya menyampaikan hari Jumat akan dijadikan waktu khusus untuk berolahraga sekaligus membersihkan lingkungan kampus.
"Hari Jumat itu akan dijadikan sebagai hari olahraga plus bersih-bersih, terutama di kampus kita yang luasnya kurang lebih 40 hektare," ujarnya.
Ia menginstruksikan setiap dekan mengoordinasikan kegiatan bersih-bersih di fakultas masing-masing setiap Jumat.
"Kalau tidak bersih-bersih secara bersama-sama, paling tidak bersih-bersihnya itu di unit masing-masing. Kalau di fakultas, berarti orang-orang yang ada di fakultas itu yang membersihkan lingkungan dan fakultasnya masing-masing," katanya.
Ia juga meminta pembina Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK/UKM) turut menggerakkan mahasiswa membersihkan sekretariat organisasi setiap Jumat.
"Saya ingin menyampaikan kepada ketua Sema dan Dema fakultas untuk diteruskan kepada teman-temannya, agar setiap Jumat itu juga bersih-bersih di sekretariatnya masing-masing," ujarnya.
Surat Edaran Nomor 22 Tahun 2026 sendiri berlaku sejak 23 Juli 2026. Edaran ini mewajibkan setiap unit kerja melaksanakan kegiatan Jumat Bersih secara rutin, dikoordinasikan langsung oleh pimpinan unit masing-masing.
Kegiatan dapat berupa pembersihan ruang kerja, halaman, taman, drainase, hingga pengelolaan sampah, dengan tetap memperhatikan efisiensi waktu agar tidak mengganggu layanan administrasi dan akademik. Setiap pimpinan unit diwajibkan melaporkan pelaksanaan program secara berkala kepada Rektor.
Kegiatan peluncuran kemudian ditutup dengan makan bersama, menikmati hidangan yang telah disediakan panitia hingga tercipta suasana hangat.
(humas/iainbone)